Chelsea sedang menikmati tiga kemenangan beruntun di Liga Primer, namun harapan mereka untuk menempel Arsenal justru terbentur statistik yang tak bersahabat. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL HD ONLINE.

The Blues memang berada di posisi kedua, tetapi jarak enam poin dengan Arsenal bukanlah satu-satunya masalah. Rekor pertemuan mereka justru lebih mencemaskan. Dalam tujuh tahun terakhir, Chelsea hanya sekali mengalahkan Arsenal di Stamford Bridge.
Lebih buruk lagi, mereka hanya meraih satu kemenangan dari 11 pertemuan terakhir di Liga Primer. Dominasi yang dulu mereka miliki kini seolah menghilang begitu saja. Arsenal tampil jauh lebih konsisten dan lebih siap bersaing.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Arsenal telah mencatat 14 kemenangan dan dua hasil imbang dari 16 pertandingan terakhir mereka. Dengan performa sekuat itu, Chelsea harus menghadapi kenyataan pahit: sejarah dan statistik tidak berpihak pada mereka. Untuk tim yang ingin meraih gelar, ini adalah tantangan yang sangat berat.
Arsenal Menguasai Derby London
Di bawah Mikel Arteta, Arsenal berubah menjadi raksasa Derby London. Sejak musim 2022/23, mereka hanya kalah tiga kali dalam laga derby, dan hanya sekali kalah tandang. Musim ini saja, Arsenal menyapu bersih empat derby, termasuk kemenangan meyakinkan atas Tottenham.
Setiap kali Arsenal memimpin klasemen dan menghadapi Chelsea, trennya hampir selalu sama. Dari empat pertemuan sebelumnya saat memuncaki liga, Arsenal memenangkan semuanya, termasuk kemenangan besar 5-0 di Stamford Bridge pada 2024. Dominasi itu semakin menegaskan jurang kualitas antara kedua tim saat ini.
The Blues sebenarnya pernah membuat Stamford Bridge menjadi mimpi buruk bagi Arsenal antara 2013–2018. Namun sejak gol kemenangan Marcos Alonso pada 2018, kutukan panjang dimulai. Arsenal kini tidak terkalahkan dalam enam laga liga terakhir di Stamford Bridge, membuat beban Chelsea kian berat menjelang duel berikutnya.
Baca Juga: Liverpool di Persimpangan Jalan! Arne Slot di Bawah Tekanan Berat
Chelsea Masih Layak Disebut Pesaing?

Arteta pernah menelan kekalahan pertamanya sebagai pelatih Arsenal melawan Chelsea pada 2019, tetapi setelah itu Ia justru membalikkan keadaan. Dari 11 pertemuan terakhir, Ia menang tujuh kali. Rasio kemenangan Arteta atas Chelsea bahkan berada di level elite Premier League.
Ketika ditanya apakah Chelsea pantas dianggap pesaing gelar, Arteta memilih jawaban diplomatis. Ia menilai Chelsea memiliki skuad yang kuat, dipimpin pelatih yang kompeten, serta kualitas individu yang memadai untuk bersaing. Bagi Arteta, kebangkitan The Blues adalah hasil yang wajar dari investasi besar beberapa musim terakhir.
Arteta juga memuji gaya bermain Chelsea yang cair dan penuh ancaman, meski musim baru berjalan. Menurutnya, hal itu membuat Chelsea tetap menjadi lawan berbahaya. Namun, pujian tersebut tidak mengubah fakta bahwa Arsenal tetap berada beberapa langkah di depan mereka.
Arsenal Datang dengan Kepercayaan Diri Penuh
Arsenal akan ke Stamford Bridge dengan motivasi tinggi, terutama karena Martin Odegaard biasanya tampil luar biasa melawan Chelsea. Gelandang Norwegia itu mencetak tujuh gol dalam delapan laga liga melawan mereka dan belum pernah kalah sekalipun. Kehadirannya selalu menjadi mimpi buruk bagi lini tengah Chelsea.
Selain Odegaard, Gabriel Magalhaes juga memiliki rekor sempurna menghadapi The Blues. Hanya Patrick Vieira yang memiliki rekor tak terkalahkan lebih panjang. Ini menunjukkan betapa Arsenal selalu tampil percaya diri saat menghadapi rival London tersebut.
Leandro Trossard juga menjadi senjata mematikan. Dengan empat gol Premier League melawan Chelsea, ia hanya membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai 50 gol di liga. Dengan deretan pemain berbahaya ini, tidak heran jika Arsenal menjadi favorit kuat dalam pertemuan berikutnya. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballhdonline.com.
