Kurang dari 24 jam setelah kalah di final Piala Super Spanyol dari Barcelona, Xabi Alonso resmi mengakhiri masa singkatnya sebagai pelatih Real Madrid. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL HD ONLINE.

Mantan bos Leverkusen itu hanya bertahan selama tujuh bulan, meski sejak lama klub menginginkan tanda tangannya. Keputusan ini diumumkan sebagai “kesepakatan bersama” antara Alonso dan manajemen Madrid. Alvaro Arbeloa, pelatih tim B klub, ditunjuk sebagai pelatih sementara hingga akhir musim.
Arbeloa sebelumnya sukses di akademi muda dan membawa Juvenil A meraih treble serta LaLiga pada musim 2024/25. Pernyataan resmi klub menekankan bahwa Alonso tetap memiliki tempat khusus di hati penggemar. Ia disebut sebagai legenda yang selalu mewakili nilai-nilai Real Madrid, meski perjalanan kepelatihannya di tim utama berakhir lebih cepat daripada ekspektasi banyak pihak.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Gaya Taktik Alonso yang Tidak Sesuai Real Madrid
Mantan bintang Valencia, Gaizka Mendieta, menilai gaya bermain dan high pressing Alonso tidak akan pernah cocok dengan Real Madrid. Pendekatan yang berhasil di Leverkusen justru menemui banyak kendala di Santiago Bernabeu.
Menurut Mendieta, Real Madrid belum pernah melihat pendekatan seperti yang diinginkan Alonso. Filosofi menyerang dan bertahan bersama yang ketat, idealnya diterapkan di tim kompak, sulit dijalankan karena struktur pemain dan kebiasaan klub yang berbeda.
Kesulitan ini membuat Alonso kesulitan menciptakan tim yang konsisten. Pemain sering terpecah di beberapa titik, tempo permainan tidak stabil, dan hasil pertandingan pun menjadi inkonsisten. Hal ini menjadi salah satu alasan utama kegagalannya di Madrid.
Baca Juga: Michael Carrick Ungguli Solskjaer Jadi Kandidat Pelatih Baru Manchester United
Pemain Berterima Kasih dan Menghargai Alonso

Meski masa kepelatihan Alonso singkat, beberapa pemain tetap memberikan penghargaan tinggi. Kylian Mbappe melalui Instagram Story menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan diri yang diberikan sejak hari pertama. Ia menilai Alonso memiliki ide jelas dan wawasan luas soal sepakbola.
Rekan setim lainnya, Arda Guler, juga memuji Alonso. Ia menekankan bahwa setiap arahan dan tuntutan pelatih membantunya berkembang hingga tingkat yang lebih tinggi. Dampak Alonso bagi para pemain tetap akan terasa meski ia sudah pergi.
Pujian ini menunjukkan bahwa meski gagal di Madrid, Alonso meninggalkan kesan positif. Kepergian ini lebih soal kecocokan filosofi klub dan pemain, bukan kualitas pribadi atau kemampuan teknis Alonso sebagai pelatih.
Peluang Masa Depan Xabi Alonso
Meskipun gagal di Madrid, banyak pakar yakin masa depan Alonso masih cerah. Legenda Liverpool John Arne Riise percaya mantan gelandang itu akan memimpin The Reds suatu hari nanti. Riise menambahkan Steven Gerrard juga memiliki peluang serupa.
Alonso diprediksi akan menemukan klub dan kondisi yang lebih sesuai dengan gaya kepelatihannya. Pengalaman singkat di Madrid justru menjadi pelajaran berharga untuk membentuk filosofi yang lebih matang di masa depan.
Kesimpulannya, kegagalan Alonso di Real Madrid lebih karena ketidaksesuaian gaya klub daripada kemampuan. Ia tetap dianggap pelatih berbakat dengan potensi besar, dan kemungkinan menukangi klub top dunia di masa depan masih sangat terbuka. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballhdonline.com.
