Roberto De Zerbi resmi meninggalkan kursi pelatih Marseille setelah kekalahan 5-0 dari Paris Saint-Germain akhir pekan lalu. Hasil ini menjadi titik balik dalam musim yang penuh tekanan bagi tim.

Musim lalu, De Zerbi sukses membawa Marseille finis sebagai runner-up Ligue 1, menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih berkualitas. Namun, performa musim ini menurun drastis, membuat posisi tim di klasemen semakin sulit.
Saat ini, Marseille berada di peringkat keempat, tertinggal 12 poin dari PSG, dan sudah tersingkir dari Liga Champions. Tekanan yang terus meningkat akhirnya memicu keputusan perpisahan antara De Zerbi dan klub.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pernyataan Resmi Klub
Dalam pernyataan resmi, Marseille menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi, profesionalisme, dan komitmen De Zerbi selama menukangi tim. Manajemen menyebut keputusan ini sulit namun diambil demi kepentingan terbaik klub.
“Setelah diskusi antara pemilik klub, presiden, direktur olahraga, dan pelatih, diputuskan untuk melakukan pergantian di pucuk pimpinan tim utama,” bunyi pernyataan klub. Keputusan kolektif ini dilakukan setelah pertimbangan matang menghadapi sisa musim.
Marseille menegaskan bahwa pencapaian De Zerbi sebagai runner-up Ligue 1 musim 2024/25 patut dihargai. Klub juga mendoakan yang terbaik bagi kelanjutan kariernya di masa depan, menegaskan hubungan profesional tetap terjaga meski perpisahan terjadi.
Hubungan Pelatih dan Skuad Memanas

Sumber ESPN melaporkan bahwa hubungan antara De Zerbi dan skuadnya telah retak. Presiden Pablo Longoria, direktur olahraga Mehdi Benatia, dan De Zerbi sempat bertemu langsung dengan pemain untuk membahas situasi tim, menunjukkan ketegangan yang meningkat.
Beberapa pihak menilai ketegangan ini menjadi salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keputusan perpisahan. Terlepas dari hasil buruk, De Zerbi tetap mendapat apresiasi atas metode kepelatihannya dan dampak positif di musim sebelumnya.
Selain itu, beberapa laporan mengaitkan De Zerbi dengan peluang menangani Tottenham. Klub Inggris tersebut bisa menjadi tujuan berikutnya jika mereka memutus kontrak Thomas Frank, menandakan reputasi De Zerbi tetap tinggi di mata klub-klub Eropa.
Babak Baru Karier De Zerbi
Meskipun meninggalkan Marseille, nama De Zerbi tetap diminati di Eropa. Reputasinya sebagai pelatih muda berbakat dan berprestasi membuat peluang baru terbuka, baik di klub-klub top Eropa maupun proyek ambisius lainnya.
Perpisahan ini juga memberi kesempatan bagi Marseille untuk mencari pelatih baru yang dapat membawa tim lebih kompetitif di sisa musim. Fokus klub kini pada menstabilkan performa tim dan menjaga posisi di papan atas Ligue 1.
Bagi De Zerbi sendiri, ini menjadi babak baru dalam kariernya. Pengalaman memimpin tim besar seperti Marseille akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan baru, sekaligus menjaga reputasinya sebagai pelatih yang kompeten dan berpengalaman. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballhdonline.com.
