Ruben Amorim memicu perhatian media setelah menolak menjawab pertanyaan mengenai perubahan taktik di Manchester United. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di FOOTBALL HD ONLINE.

Selama konferensi pers jelang laga kontra Leeds, ia ditanya hingga tiga kali soal keputusan meninggalkan formasi 3-4-3, namun terus menghindar. Amorim dikenal sebagai pelatih yang sangat tegas dengan formasi 3-4-3.
Ia menggunakan skema ini sejak menangani Casa Pia di Portugal dan menerapkannya di sebagian besar pertandingan awal bersama Manchester United. Meski begitu, hasil yang dicapai tim tergolong kurang memuaskan, memunculkan spekulasi perubahan sistem.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Sebelumnya, bulan lalu, United sempat menggunakan empat bek saat bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth. Amorim mengakui bahwa implementasi formasi ideal memerlukan waktu dan dana besar, sehingga ia mulai menyesuaikan pendekatan dengan kondisi tim saat ini.
Konferensi Pers yang Memanas
Saat konferensi pers malam Natal, Amorim sempat menyinggung perlunya adaptasi sistem. Ia menyatakan bahwa menerapkan 3-4-3 sempurna akan membutuhkan banyak waktu dan uang, sehingga mungkin ia harus menyesuaikan strategi agar kualitas pemain tetap optimal.
Namun, pekan ini ketika diminta klarifikasi, Amorim tetap menolak menjawab. Ia hanya menegaskan fokusnya pada pertandingan melawan Leeds. “Saya tidak ingin membicarakan itu. Saya hanya fokus ke pertandingan,” tegasnya.
Ketika wartawan menekan lebih jauh, Amorim hanya memberi jawaban singkat disertai pujian diplomatis, “Tapi Anda sangat pintar”. Petugas media klub segera mengalihkan pertanyaan untuk meredam ketegangan, menandai suasana yang memanas selama sesi pers.
Baca Juga: Transfer Impian Barcelona yang Berujung Penyesalan
Memahami Tim Lebih Baik dari Siapa Pun

Amorim tetap membela keputusannya di lapangan meski mendapat kritik dan cemoohan suporter. Ia menekankan bahwa kadang keputusan sulit harus diambil demi melindungi tim dan mengoptimalkan peluang menang.
“Saya memahami tim ini lebih baik dari siapa pun. Kadang para suporter mendukung keputusan Anda, kadang tidak. Saya hanya mencoba melindungi tim dan berusaha memenangkan pertandingan,” jelasnya.
Kritik terhadap Amorim meningkat setelah United bermain imbang 1-1 melawan Wolves, tim yang sedang mengalami rentetan 12 kekalahan beruntun. Bahkan Gary Neville menyoroti pergantian pemain yang dilakukan Amorim, termasuk memasukkan Leny Yoro dan Bendito Mantato dalam upaya mengejar kemenangan.
Tantangan dan Fokus ke Leeds
Manchester United akan menghadapi Leeds yang sedang dalam tren positif, tak terkalahkan dalam enam laga terakhir dan unggul delapan poin dari zona degradasi. Amorim mewaspadai kecepatan pemain Leeds, sambil tetap optimistis timnya mampu menghadapi tantangan tersebut.
United dipastikan masih kehilangan beberapa pemain kunci seperti Matthijs de Ligt, Harry Maguire, Mason Mount, Bruno Fernandes, dan beberapa lainnya karena cedera atau tugas internasional. Amorim menegaskan tim harus beradaptasi dengan kondisi ini.
“Tantangan melawan Leeds sulit, mereka memiliki pemain cepat dan fleksibel. Tapi kami sudah membuktikan bisa menang dalam situasi apa pun dan kami akan mencoba lagi,” tutup Amorim, menegaskan fokusnya tetap pada pertandingan, bukan perdebatan soal formasi. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballhdonline.com.
